Recent Posts
0 komentar

DUNIA KAMI


Entah sudah berapa lama aku tidak mendengar dan melihat Bee, sepertinya dia telah
menghilang. Kata Do, dia pergi setelah aku tidak lagi membangun gedung.
Gedung? Gedung apa? Aku tidak mengerti, ketika Do menunjuk kearah tumpukan balokbalok
plastik. Kurasa Nar juga semakin lama, semakin jarang bicara. Dia sedih, katanya aku
sekarang lebih sering menggambar. Aku juga sudah lebih sering berada diluar bilik.
Wanita putih, wanita paus dan laki-laki itu lebih sering datang. Aku senang kalau mereka
memberiku hadiah, setelah aku menunjukkan gambar yang kubuat.
Aku sudah bisa membuat banyak hal, mobil, kucing, apel.

oO0 ~ 0Oo

Aku sekarang tidak lagi berada dirumah wanita putih, walaupun sesekali waktu masih sering
berkunjung kesana. Nar juga sudah pergi. Kata Do, semenjak aku tidak pernah masuk
kedalam bilik lagi Nar menjadi sangat kesepian. Aku ingat, Nar tidak pernah meninggalkan
bilik. Apakah bilik itu begitu berharga baginya? Aku tidak mengerti.
Kini wanita paus itu tidak pernah lagi bicara dengan bahasa paus. Dia sering datang dan
mengajakku bicara, walaupun kadang aku tidak menanggapinya karena sedang
menggambar.
“Aku juga sebentar lagi pergi ..” Do suatu hari bicara begitu.
Pergi kemana?
“Kamu sudah tidak butuh penerjemah bahasa paus lagi …” Katanya lirih.
Aku tidak menanggapinya, dia pasti cuma bercanda. Do memang sering bertingkah. Aku
memang melupakan dan kehilangan beberapa hal. Tapi tidak apa, toh sekarang aku bisa
membuat mereka kapan saja aku mau.
“Bee … Nar !” kataku dengan bangga, menunjukkan hasil gambarku kepada wanita putih,
wanita paus dan laki-laki itu.
Mereka bertepuk tangan, memujiku, aku sangat senang. Mereka juga memberiku hadiah.
Lihat kan Do, aku tidak pernah kehilangan Nar dan Bee.

oO0 ~ 0Oo

Hingga suatu pagi aku terbangun, aku sepertinya baru saja bermimpi. Do menangis, tapi
tersenyum, dia cuma memelukku dan berkata.
“Selamat tinggal, Audrey”
Aku terbangun dengan sisa air mata dipipiku. Aku lantas mencari-cari. Tapi aku lupa, apa
yang harus kucari. Aku mencari keseluruh sudut kamarku. Dibawah lemari, dibawah ranjang
tapi tidak menemukan apa-apa.
Yang ada cuma seorang gadis, yang balik menatapku ketika aku menatapnya. Seorang gadis
remaja cantik berkulit pucat, berambut hitam panjang. Aku sepertinya mengenalnya, tapi
entah kapan dan dimana.
Entah kenapa aku jadi ingin menangis. Hiks .. hiks … aku tiba-tiba merasa kesepian.
Lalu pintu kamarku terbuka, seorang wanita masuk kedalam kamarku. Aku dulu
mengenalnya sebagai si wanita paus. Tapi kini aku mengenalnya sebagai orang lain.
“Mama …”

Entri Populer


Shvoong
Situs ringkasan dunia

Advertisement

Copyright © 2011 Design by Adit'Faizah